“Wah, sudah sembuh ya? Sudah mulai banyak nuntut,” kelakar Jarren sambil tertawa lembut.Kedua sudut bibir Puspa tertarik. “Lihat kamu repot karena tuntutanku, bikin aku senang.”Tawa keduanya terdengar semakin menggema.Jarren merawat Puspa dengan baik selama masa pemulihan ini.Sesekali Puspa masih merasa sedih. Dia bahkan tanpa sadar meneteskan air mata saat mengingat bayi mereka yang gugur.Meski baru berusia empat minggu, Puspa langsung merasakan kehilangan yang dalam.Jarren meminta Puspa untuk terus berbaring, sementara dia akan melakukan hal apa pun untuk mewakili istrinya.Seperti mengambil air minum, makan, camilan, memijat Puspa, kecuali pergi ke toilet. Itu kegiatan yang tidak bisa diwakilkan.Namun Jarren tetap menemani Puspa, bahkan memelototi wanita itu saat Puspa hendak menutup pintu untuk buang air kecil.“Nggak usah ditutup!” seru Jarren yang berdiri di depan pintu.“Jarren, malu!” Pipi Puspa memerah.“Aku sudah lihat semuanya, Mpus. Lebih baik malu, daripada aku ngga
Last Updated : 2026-08-28 Read more