“Tenang,” jawab Jarren pelan. “Aku cuma mau melihat kaki kamu yang terkilir.”Tanpa tergesa, Jarren menahan lembut jemari Puspa yang masih berusaha menarik roknya. Pandangannya jatuh lurus pada pergelangan kaki sang istri.Tanpa banyak bicara, Jarren meraih kaki Puspa secara amat berhati-hati, menopang tumitnya yang halus menggunakan telapak tangan besarnya.Jarren perlahan menggulung ujung kaus kaki yang dikenakan Puspa, menariknya sedikit demi sedikit agar tidak memicu rasa sakit lain.“Jarren!” protes Puspa spontan, meski dia tidak benar-benar menarik kakinya menjauh.Jarren tetap fokus. Usai kaus kaki itu terlepas, Jarren mengamati pergelangan kaki Puspa yang mulai memerah dan membengkak tipis.“Lihat ulahmu gara-gara berjalan tanpa melihat jalan,” tegur Jarren pelan.“Aku kan sedang memesan ojek online,” balas Puspa lirih.“Kamu punya suami,” tukas Jarren, tatapannya menajam.Puspa baru saja hendak membalas, saat Jarren lebih dulu menyela, “Jangan bilang aku mencampuri urusanmu. M
Last Updated : 2026-08-10 Read more