Pipi Puspa seketika memerah. Jantungnya bergemuruh liar tak beraturan.Sementara itu, Jarren dengan santainya mendaratkan sebuah kecupan singkat tepat di atas bibir lembut Puspa.Begitu tautan bibir mereka terlepas, Puspa berdiri membeku di tempat.Mata wanita itu membelalak sempurna, napasnya tersangkut di tenggorokan, dan sensasi panas di wajahnya merambat cepat hingga ke ujung telinga.“Lagipula aku kan bukan guru, Mpus. Jadi aku mana bisa membuatkan rapot, terlebih lagi untuk menilai performamu sebagai istri,” lanjut Jarren santai, terkekeh geli. “Kamu saja yang menilaiku atau membuat rapotku. Aku sedang sangat sibuk melindungimu dari manuver kakak kelas yang pernah menyukaimu dulu. Aku berangkat bekerja ya!”Jarren melangkah mundur, melambaikan tangannya dengan raut tengil, lalu masuk ke dalam mobil mewahnya.Puspa masih berdiri terpaku bagai patung.Perlahan, jemari tangan Puspa terangkat naik, menyentuh bibir merah mudanya yang masih menyisakan sensasi hangat dari kecupan Jarren
Last Updated : 2026-08-18 Read more