Seolah keberadaan Jarren menguap begitu saja, Puspa langsung bangkit dan menggeser layar ponselnya untuk menerima panggilan tersebut.“Iya, Dim?” ujar Puspa, melangkah lebar menuju jendela kamar dan sengaja mengambil jarak dari Jarren.Di ranjang, Jarren mengernyitkan dahi penuh curiga.Namun Jarren buru-buru menggeleng kecil, mengingatkan dirinya sendiri pada batas kesepakatan bahwa mereka tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing.Jarren mendengkus kasar. Dia menyambar ponsel di atas nakas, berpura-pura sibuk demi mengalihkan perhatiannya.“Siapa sih, Dimas? Telepon malam-malam, nggak tahu waktu banget,” gerutu Jarren pelan dengan ketus.Tepat saat itu, gelak tawa Puspa mendadak pecah. Fokus Jarren seketika buyar, jemarinya berhenti menggulir layar ponsel.Jarren berniat tidak acuh, tetapi tawa Puspa terdengar terlampau renyah dan lepas di dalam kamar mereka.Hati suami mana yang sanggup tenang jika berada di posisinya sekarang?“Ya, ya ... sudah dulu, ya!” Suara Puspa kemb
Last Updated : 2026-08-04 Read more