Jarren melirik layar ponsel Puspa selama beberapa detik.“Angkat saja,” ujar Jarren tenang.Puspa mengerjap kaget. “Serius?”“Iya,” sahut Jarren mantap. “Nyalakan pengeras suara supaya aku juga bisa dengar.”Puspa menggigit bibir bawahnya ragu.“Tapi kamu jangan ikut bicara, ya. Kak Rangga belum tahu kalau aku sudah menikah denganmu,” bisik Puspa dengan raut bersalah.Jarren mengembuskan napas kasar.“Karena Kak Rangga nggak pernah bertanya, dan aku nggak suka kehidupan pribadiku dicampuradukkan dengan pekerjaan.” Puspa bergegas menjelaskan.“Iya, aku paham alasanmu,” sahut Jarren seraya menggenggam erat telapak tangan istrinya. “Kamu memang nggak pernah menjelaskan sesuatu jika nggak ditanya. Aku sering gemas dengan kebiasaan kamu itu, tapi untuk kali ini, pertahankan. Jawab seperlunya saja.”Puspa mengangguk mantap. Dia menggeser ikon hijau di layar ponselnya lalu menekan tombol speaker.“Assalamualaikum. Halo, Pak Rangga,” sapa Puspa seformal mungkin. “Ada apa, Pak?”Puspa melirik J
Last Updated : 2026-08-16 Read more