“Tanda tangan kontrak kerjamu akan dilakukan besok pagi. Aku sudah atur agar Bibi ditemani seseorang. Kamu tak perlu khawatir meninggalkan dia.”Lala mengerjapkan mata. “Apa kamu selalu dominan kayak gini, Mas?”“Aku CEO,” Arvin mengingatkan Lala, “dan ini caraku memimpin perusahaan.”Pria itu maju satu langkah, memangkas jarak di antara dirinya dan Lala. Arvin memojokkan Lala ke dinding di depan kamar inap ibunya.“Sekadar mengingatkan, kalau-kalau kamu lupa dengan siapa berhadapan.”Mata Lala langsung menyorot dingin. Dengan keberanian yang muncul hasil dari harga diri yang terluka, wanita itu berusaha mengabaikan kedekatan mereka. Lala membusungkan dada, mendongak menatap Arvin yang sebahu lebih tinggi darinya.“Karena Mas Arvin adalah atasanku, kurasa kedekatan kita ini tak pantas.”Dengan gerakan yang lihai, Lala bergeser dan lepas dari kungkungan Arvin. Dia menganggukkan kepala sedikit lantas bicara dengan nada dingin dan formal.“Sampai bertemu besok pagi. Bekalnya sudah aku te
Última actualización : 2026-08-02 Leer más