Jalanan Jakarta sore Jumat memang selalu macet. Mobil-mobil merayap pelan, motor-motor menyelip di sela-sela. Tapi Wandi tidak tergesa-gesa. Dia menikmati setiap detik perjalanan, menikmati hembusan angin sore yang menerpa wajahnya, menikmati pelukan Arini yang hangat di pinggangnya.Mereka melewati jalan-jalan yang dulu sering Wandi lalui sebagai kurir. Pasar Senen. Matraman. Salemba. Menteng. Setiap sudut menyimpan kenangan, tapi tidak lagi menyakitkan. Yang tersisa hanyalah rasa syukur karena dia telah jauh melangkah dari masa lalu."Wan, kita ke mana sebenarnya?" tanya Arini dari belakang, suaranya terdengar samar di balik helm."Sebentar lagi sampai. Sabar."Mereka belok ke kiri di lampu merah, memasuki kawasan Cikini. Jalanan di sini lebih sempit, lebih padat, dengan pedagang kaki lima yang berjajar di pinggir jalan. Warung-warung tenda mulai bermunculan, menawarkan berbagai makanan, nasi goreng, sate, bakso, mie ayam, ketoprak, dan lain-lain. Aroma masakan bercampur dengan asap
Last Updated : 2026-08-04 Read more