Ibu Wong juga berdiri, menjabat tangan Arini. "You did a great job, Ms. Arini. We'll seriously consider your proposal.""Thank you, Ibu Wong."Tuan Tan, yang paling muda di antara ketiganya, berdiri paling akhir. "Ms. Arini, I hope that personal good news you mentioned earlier will make you even happier."Arini tersenyum. "It already does, Mr. Tan. It already does."Para investor keluar dari ruangan, ditemani oleh Pak Hendra dan Bu Dewi yang akan mengantarkan mereka ke mobil. Arini duduk di kursinya, menghela napas panjang.Mbak Sari, sekretarisnya, mendekat. "Bu, mau saya bawakan kopi?""Ya, Sari. Kopi hitam ya. Jangan pakai gula.""Siap, Bu."Mbak Sari berbalik, tapi kemudian berhenti. "Bu Arini, saya mau bilang sesuatu.""Apa, Sari?""Tumben hari ini Bu Arini senyum terus. Biasanya di meeting, Bu Arini galak. Maaf. Maksud saya... tegas."Arini tertawa. "Sari, kamu sudah berapa tahun kerja sama saya?""Sudah 2 tahun, Bu.""Apakah selama 2 tahun itu kamu pernah lihat aku pacaran?"Mb
Last Updated : 2026-07-28 Read more