Wandi dan Arini melepaskan pelukan. Di luar kaca, seorang satpam Samsat berdiri dengan wajah tidak sabar."Pak, Bu, maaf mengganggu. Mobilya nanti diparkir di pinggir, ya. Di sini area keluar masuk."Wandi tersenyum malu. "Baik, Pak. Maaf."Satpam itu pergi, menggeleng-geleng. Mungkin dia mengira Wandi dan Arini sedang pacaran di tempat yang tidak semestinya.Arini tertawa kecil. "Kita ketahuan, Wan.""Ya, ketahuan. Malu-maluin.""Enggak apa-apa. Yang penting kita sudah resmi."Wandi menyalakan mesin, memasukkan gigi, dan melaju perlahan meninggalkan Samsat.Perjalanan dari Samsat ke kantor Arini memakan waktu sekitar setengah jam. Wandi mengemudi dengan hati-hati, sesekali menoleh ke Arini yang duduk di sampingnya. Arini masih tersenyum, wajahnya masih sedikit merah karena menangis tadi."Rin, kamu yakin nggak mau istirahat dulu di rumah? Kamu capek, kan?""Enggak, Wan. Aku harus ke kantor. Ada meeting dengan tim produk jam 2.""Jam setengah 2 sekarang. Kamu bisa sampai tepat waktu."
Last Updated : 2026-07-31 Read more