...Bab 32“Ayah sama Bunda sudah selesai belum?” Zio menatap kedua orang tuanya, lugu.Baik Ryuga maupun Dara akhirnya tersadar kembali, keduanya buru-buru melepas tautan tangan dan kompak menatap Zio.“Nda, Zio lapar,” adunya dengan bibir melengkung ke bawah.Dara menatap Zio sambil menggigit bibir, bagaimana bisa keturunan manusia kulkas seperti Ryuga bisa memiliki sisi semenggemaskan ini.Segera Dara menjauh dari Ryuga untuk menggandeng tangan mungil Zio. “Ya sudah, Zio mau makan apa? Bunda pesenin.”“Nggak usah,” Ryuga menyela. Melihat tatapan bingung yang Dara tunjukan, laki-laki itu lantas menjawab. “Saya bawa makanan, masih di mobil.”Ryuga memutar tubuhnya, keluar toko mengambil makanan yang sudah ia tinggalkan di kursi penumpang.Sementara Dara kembali tertunduk di balik meja kasirnya, mengabaikan komentar-komentar pedas tadi dengan lanjut merangkai bunga pesanan pelanggan.“Manten baru, nempel terus,” goda Ibu Persit yang tadi sempat berkomentar.Dara menoleh kaget. “Eh, B
Last Updated : 2026-08-11 Read more