...Bab 12Dara hendak memanggil Dealova untuk ditanyai, tapi sebaiknya jangan melibatkan perempuan itu dulu agar tidak memicu kepanikan.“Tadi, dia di sini lagi mewarnai, Mas,” ujar Dara, mencoba menjelaskan.“Faktanya sekarang Zio nggak ada, Dara!”Dara menggigit bibirnya, beberapa detik berikutnya ia teringat sesuatu.“Kebun belakang,” gumamnya.“Kebun?!” ulang Ryuga. Entah definisi kebun seperti apa yang ada dalam pikiran Ryuga.Lelaki itu melesat secepat kilat menyusul Dara yang sudah lebih dulu berlari menerobos pintu samping.“Zio…” panggil Dara. “Zio… Zio di mana? Ini bunda.”Tidak ada sahutan. Jantung Dara mendadak berdegup gila-gilaan diterpa kepanikan. Namun, kebun itu tidak terlalu luas. Bunga-bunga yang tumbuh di sana juga tidak terlalu tinggi, harusnya tidak membuat Zio dalam bahaya.“Zio!” kali ini Ryuga yang memanggilnya. Ia berjalan berlawanan arah dengan Dara. Menerobos semak kecil yang rimbun oleh bunga-bunga kecil seperti baby breath dan dandelion.“Kamu yakin,
Last Updated : 2026-07-31 Read more