...Bab 29Ponsel Dara kembali berdering, menginterupsi debat mereka. Nomor baru.Dara : “Halo.”“Halo, dengan Bu Dara?”Dara : “Iya, maaf, siapa yaa?”“Saya Andini, istrinya Letda Bayu. Maaf, Bu Dara di rumah?”Dara : “Ini, baru sampai. Gimana?”“Ini, saya mau pesan bunga. Kebetulan suami saya mau pulang tugas besok.”Dara : “Oh, baik Bu. Kalau gitu nanti saya ke tempat Bu Andini saja untuk bicarain detailnya.”“Ng-nggak usah, Bu. Biar saya saja yang ke tempat Bu Komandan.”Dara : “Iya, boleh.”Dara masih belum terbiasa dengan panggilan seperti itu. Terdengar terlalu disegani dan dihormati, padahal dia sendiri masih petakilan dan belum mengenal banyak warga di sekitaran rumah Dinas.“Mas.” Dara menoleh pada suaminya. “Bu Andini, istrinya Letda Bayu. Katanya mau ke rumah, mau pesen bunga.”“Boleh, suruh datang saja.”Dara buru-buru turun, ini kesempatannya untuk menyudahi situasi awkward mereka. Dara berlari menuju dapur lebih dulu untuk mengecek makan malam mereka ke dapur sementar
Last Updated : 2026-08-10 Read more