...Bab 45Selesai makan, Ryuga menyimpan kembali mangkuk Dara ke atas nampan. Dia duduk menghadap istrinya. Memberikan tatapan lurus, menuntut kejelasan.“Kenapa nggak langsung pulang kemarin?”Dara menelan ludahnya. Mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya yang sudah terkikis sejak semalam.“Oke, aku ceritain semuanya. Tapi Mas Ryu janji jangan marah, ya?”“Hm.”“Janji, Mas?”Ryuga mengangguk-angguk. “Iya, saya janji.”Dara menarik napas panjang-panjang sebelum mulai bercerita.“Jadi gini, aku memang udah niat mau tutup toko lebih awal kemarin. Aku capek banget Mas, ngerjain buket bunga sampai dua puluh empat itu. Ya, walaupun bukan buket yang besar-besar tetap aja aku ngerjain itu dua hari full sampai lembur, untung juga ada Dealova bantuin.” Dara menjeda untuk meminum teh hangatnya.“Terus, begitu urusan buket kelar udah dikirim semua aku inget ada janji mau ketemu calon pelanggan. Dia minta kita ketemu di coffeshop. Kita ngobrol cukup lama sampe akhirnya deal, hampir sejam
Last Updated : 2026-08-18 Read more