Kewarasan Johan benar-benar terputus sepenuhnya.Tanpa membuang waktu sedetik pun, pria itu melucuti sisa pakaiannya sendiri, melemparkannya ke sembarang arah hingga tubuh kekarnya yang dipenuhi otot dan keringat kini terekspos sempurna di bawah cahaya lampu kamar yang temaram.Dominasi jantannya meluap tanpa sisa.Johan memosisikan dirinya di antara kedua belah paha Nadya, menatap lekat pada wajah pelayannya yang memerah padam dengan napas memburu, sebelum akhirnya menyatukan diri mereka dengan satu dorongan yang teramat dalam, presisi, dan absolut.Begitu penyatuan itu terjadi, rintihan panjang lolos dari bibir Nadya.Johan menggeram rendah, suara baritonnya bergetar oleh kepuasan primitif yang luar biasa.Tidak ada lagi kelembutan; yang ada hanyalah kelaparan yang buas.Pria itu mulai menghantam tubuh mungil Nadya dengan ritme yang menggila, beringas, dan tanpa ampun."Ahhh! Pak Johan... mhh!"Jeritan Nadya pecah, melengking tertahan di udara, teredam oleh lumatan-lumatan buas Joha
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-20 Mehr lesen