“Pikirkan ini baik-baik, Lyra,” bisik Arka tegas, menatap lurus ke poros mataku. “Yang aku maksud bukan sekadar ikatan biasa, tapi ikatan ini mengikatmu padaku dalam seluruh aspek kehidupanmu.”Kalimat itu menggantung di udara, dingin dan mengikat. Pasokan oksigen di dalam ruangan seolah terkuras habis, meninggalkanku yang berdiri mematung di hadapan tatapan dominannya. Pria di hadapanku ini sedang mengibarkan bendera perang terbuka, menantang nyaliku yang semula begitu berapi-api melemparkan tuduhan.“Kenapa? Kamu takut, Lyra?” cetus Arka rendah.Arka kembali maju sejengkal, menyunggingkan senyum tipis yang memprovokasi harga diriku. “Bukannya kamu sangat yakin bahwa tuduhanmu itu benar?”Amarah yang sempat tertahan seketika meledak kembali di dada. Tanpa berpikir panjang, aku menatap matanya tajam dan mengangguk mantap. “Aku setuju. Kita lihat sejauh mana kamu bisa bersilat lidah.”Senyum misterius kembali terbit di bibir Arka, seolah ia baru saja berhasil menggiring seekor mangsa m
Last Updated : 2026-08-14 Read more