Dengan napas yang memburu aku mengikuti Arka dari belakang, lalu dia melangkah keluar. Saat tubuhnya berbalik, aku langsung menutup pintu dengan kuat.“Eh Lyra, aku belum selesai bicaranya,” ucap Arka dari balik pintu.“Katakan saja dari sana, aku tidak akan membukakan pintu untukmu.”“Baiklah-baiklah. Jangan lupa besok bersiaplah jam 8 pagi. Aku akan menjemputmu,” sahut Arka.Aku memilih mengabaikannya dan langsung pergi beristirahat. Perdebatan hari ini cukup menguras energiku. Keesokkan paginya, aku bersiap memulai hari pertamaku sebagai asisten Arka. Walaupun aku tidak tahu seperti apa pekerjaannya, aku rasa sama saja seperti asisten pada umumnya yang mengurus berkas dan jadwal rapat.Aku turun dan membuka pintu kondominiumku. Arka telah berdiri di sana dengan setelan jas hitamnya yang rapi, lalu kami berangkat ke kantornya bersama tanpa banyak bersuara di perjalanan.Sesampainya di firma hukumnya, Arka seperti sengaja memperlihatkan batas profesional di antara kami. Dia berjalan
Last Updated : 2026-07-29 Read more