Napas hangat Arka makin memangkas jarak di antara kami. Jantungku berdegup liar tak terkendali saat tatapannya mengunci bibirku. Aku langsung menutup mataku, menahan napas seraya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.Namun, yang kurasakan bukanlah sentuhan bibirnya, melainkan usapan lembut ibu jarinya yang menyapu sudut bibirku.“Ada sisa jus di sini,” gumam Arka rendah.Aku yang membendung napas, mendadak membuka mata. Arka menarik kembali tangannya perlahan, menyunggingkan senyum miring yang teramat menyebalkan. Ada sedikit rasa kecewa yang mendadak menyengat dadaku, membuat pipiku makin terbakar panas.Arka yang sangat mahir membaca raut wajahku mendadak terkekeh renyah. Ia memiringkan kepala, menatapku dengan binar mata yang meluap akan kejahilan.“Apa kamu pikir aku akan menciummu, Lyra?” godanya dengan nada berbisik.“Sembarangan!” semburku cepat seraya mendorong dada Arka pelan untuk memberi jarak. Aku memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan rasa malu dan kecewa yang b
Last Updated : 2026-07-25 Read more