Ciuman itu tidak berhenti pada satu sentuhan. Arka hanya memberiku jeda sebentar untuk meraup udara, lalu menautkan bibirnya kembali. Lebih dalam, lebih hangat, dan alih-alih menolak, tubuhku justru sepenuhnya pasrah, hanyut menikmati setiap sentuhan lembutnya yang begitu memabukkan.Tanpa melepaskan tautan bibir kami, Arka menyusupkan tangannya ke balik tubuhku. Ia menggendongku perlahan, memindahkan tubuhku ke atas kasur empuk yang dingin. Napasnya memburu saat ia ikut condong di atasku.Namun, sebelum langkahnya bertindak semakin jauh, aku memegang dadanya dan menahannya pelan.“Kita belum sampai tahap ini, Arka,” bisikku perlahan menatap manik matanya. “Kita masih berstatus tunangan, belum menjadi suami istri. Aku tidak akan melakukannya sebelum kita benar-benar menikah.”Arka membeku seketika. Manik matanya bergetar pelan sebelum ia meraup napas panjang dan beranjak dari tubuhku.“Maafkan aku,” ucapnya tulus sembari mengusap lembut pipiku. “Aku janji tidak akan mengulanginya.”Aku
Last Updated : 2026-08-23 Read more