Aku duduk di sudut ruangan. Untung saja luka tusuk pada pinggang Guntur tidak terlalu dalam. Setelah diperban oleh dokter, malam itu ia sudah diperbolehkan pulang. Namun, pria berambut cokelat itu masih belum sadarkan diri.“Naomi, kau mau kopi?”“Iya, aku mau.”“Jangan khawatir. Kata dokter, kalau Kak Guntur sudah siuman, dia sudah diperbolehkan pulang.”“Iya, aku mengerti.”“Aku cari kopi dulu, ya.”Ia keluar dari ruangan.Tak lama kemudian, Guntur mulai membuka mata.Tangannya refleks meraih tanganku.“Kau baik-baik saja, kan?”“Aku baik-baik saja.”Aku melepaskan tanganku perlahan.Pria itu kemudian mengusap kepalaku dengan lembut.“Kau pasti bertanya-tanya mengenai siapa orang-orang yang tadi menyerang kita.”“Mereka sudah ditangkap, jadi itu tidak masalah.”“Kau berhak bertanya. Kau boleh mengetahui apa pun yang ingin kau ketahui.”“Lalu, siapa mereka?”“Mereka debt collector. Ini bukan pertama kalinya aku melihat mereka datang menagih utang. Mungkin karena tidak menemukan kebera
Last Updated : 2026-08-28 Read more