Aku sudah sampai di pintu pagar bersama Naomi ketika Clara turun dari ojek online. Begitu kakinya menyentuh tanah, ia langsung menghampiri kami.“Aku kira kau sudah tiba duluan di rumah Ibu Guntur,” kataku.“Mana berani aku? Ada bayi besar yang ngamuk.”“Kalian bergosip saja,” sahut Naomi.“Iya, deh, suami kesayangan,” ledek Clara.Aku terkekeh pelan. Naomi hanya menggeleng sambil berjalan lebih dulu menuju teras.Di sana, seorang pria mengenakan T-shirt berkerah warna abu-abu sudah berdiri menunggu. Begitu melihat kami, wajahnya langsung berubah cerah.Aku memperhatikan langkah Naomi yang mendadak melambat ketika menaiki tangga. Tangannya sempat mencengkeram tali tas di bahu, sementara pandangannya tertuju pada pria yang berdiri di depan pintu.“Eh, kalian sudah datang. Mari-mari masuk.”“Iya, Kak Guntur.”“Makasih, ya, Rul, sudah menolong Sara sehingga dia tidak jatuh.”“Tidak masalah, Kak.”Aku sempat melirik ke arah Naomi. Tatapannya bertemu denganku selama beberapa detik sebelum
Last Updated : 2026-09-04 Read more