“Iya, aku suka cromboloni matcha.”Senyumku perlahan menghilang.Entah bagaimana, cromboloni matcha selalu membawaku kembali pada satu sore di tahun 2009.Belakang gudang bekas pabrik cokelat.Aku datang ke sana karena sebelumnya mendengar kabar bahwa seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi sedang membicarakanku. Katanya, aku terlalu cuek tidak suka berdandan, jarang memakai riasan, bahkan dianggap tidak pantas disebut perempuan.Awalnya aku memilih mengabaikannya.Namun, ketika ejekan itu terus terdengar, aku akhirnya mengirim pesan dan memintanya menemuiku.“Jadi kau yang kemarin ngomongin aku?” tanyaku.Ia mengangkat alis.“Tersinggung?”Aku masih berusaha menahan diri.Namun, ia melangkah mendekat dan kembali melontarkan olokan yang sama.Aku tidak ingat siapa yang lebih dulu mendorong."Yang kuingat, rasa perih langsung menjalar di bagian bawah daguku."Setelah itu, semuanya berlangsung begitu cepat.Aku kehilangan kendali.Sampai akhirnya tendanganku mengenai tubuhnya.Ia terlempar da
Last Updated : 2026-08-20 Read more