Hari pertama tinggal di rumah Ibu mertua.Sejak bangun pukul lima pagi, aku langsung menyapu lantai, lalu menyiapkan sarapan.Di rumah Mama, semuanya terasa lebih ringan. Kami berbagi tugas. Mama yang memasak, sedangkan aku mencuci piring. Bahkan, terkadang sarapan sudah tersedia tanpa perlu diminta. Mama tidak pernah menuntutku melakukan pekerjaan rumah. Kalau aku membantu, itu karena kemauanku sendiri. Di rumah ini, aku merasa harus lebih banyak mengambil peran.Aku sudah menikah. Sudah seharusnya aku menjalankan tanggung jawabku sebagai seorang istri.Pagi itu aku tersentak ketika seorang perempuan dengan rambut dicat blonde dan bibir merah gelap sudah duduk di ruang makan. Dengan ragu-ragu, aku menyapanya.“Ibu…”Ia tidak langsung menjawab. Tatapannya menyusuri tubuhku dari ujung kaki hingga rambut.“Cantik. Pantas saja Guntur mau menikah.”Aku mendekat dan mencium tangannya.“Jadi, kau Sara?”“Iya, Bu. Aku Naomi Saraswati.”“Tolong buatkan Ibu teh tawar, ya.”“Baik, Bu.”Aku berge
Last Updated : 2026-09-03 Read more