Arumi menggendong Oren, menatap pintu kamar yang terkunci rapat. Kucing kecil itu mendengkur pelan di pelukannya, seolah ikut merasakan kegelisahan yang menyelimuti gadis itu.“Kita tunggu Mas Elang pulang, Oren,” gumam Arumi sambil mengelus bulu lembut Oren. “Semoga Mas Elang nggak ngusir kita, ya …”Ia berjalan ke ruang tamu, duduk di sofa, dan memandangi sepi rumah yang mulai gelap. Suara jangkrik dari luar terdengar samar. Arumi memeluk Oren lebih erat, seperti anak kecil yang membutuhkan pelukan.Tiba-tiba terdengar ketukan keras dan tak sabaran di pintu depan. Ketukan yang memaksa Arumi membuka pintu.Arumi bergegas ke pintu, pikirannya berharap itu Elang. Namun saat membuka pintu, bayangan yang berdiri di ambang membuatnya terkejut.Sumirah.Wajah gadis itu merah, matanya menyipit tajam. Ia tidak menunggu izin dari Arumi, dan langsung melangkah masuk dengan kasar, menyenggol bahu Arumi hingga
Última atualização : 2026-08-03 Ler mais