Elang pergi. Arumi berdiri di tengah kelas, bingung. Ia menatap Damar yang masih tersenyum, lalu menatap pintu yang sudah tertutup.“Pak Damar,” Arumi memulai pelan. “Apa yang terjadi antara Mas Elang dan Bapak?”Damar menatapnya sebentar, lalu tersenyum. “Tidak ada, Mbak Arumi. Mungkin Mas Elang hanya protektif pada istrinya.”Arumi tidak percaya sepenuhnya. Namun, ia tidak bisa membantah dan mengatakan yang sebenarnya. Ia akhirnya berjalan ke kursinya dan duduk.“Baiklah, kita mulai kelas hari ini,” kata Damar sambil membuka buku.Arumi membuka catatannya, tapi pikirannya tidak bisa fokus. Sepanjang kelas, ia terus memikirkan tatapan Elang tadi. Dan senyum Damar yang tidak pernah pudar.Setelah kelas selesai, Arumi keluar ke halaman untuk menunggu Elang. Oren sudah menunggu di balik pagar seperti biasa, ia selalu lolos dari rumah dan datang menemani.“Oren, kamu bandel ya,” kata Arumi
Última atualização : 2026-08-05 Ler mais