"Don't think Papa di luar negeri tidak bisa pantau perusahaan. Jika you tidak mampu, jangan salahkan Papa kalau posisimu sebagai CEO digantikan oleh adikmu," ancam pak Burhan dengan nada datar. Hans terdiam, berdiri menatap dinding berwarna grey. Perusahaan beberapa waktu ini memang mengalami stagnan. Bahkan ada kecenderungan klien bosan pada produk lama. Memikirkan semua itu menbuat Hans memijat kepalanya sendiri dengan tangan kiri. "Tapi, Pa–" "No, Hans. Papi tidak menerima kata tapi. Coba kamu lihat Hana, setiap perusahaan yang dipimpinnya selalu berkembang pesat tanpa ada kata tapi. Papa balik dari Amerika bulan depan. Ingat Hans, Papa tidak akan mentolerir satu persen pun kerugian," potong pak Burhan sebelum mematikan telepon. "Tidak bisa begitu dong, Pa. Papa! Hallo, Pa! Ah!" Hans mengayunkan tangan kanan yang memegang ponsel, rasanya ingin membanting ponsel mahal miliknya itu. Ia bertolak pinggang sambil menundukkan kepalanya dengan rahang bergerak-gerak. Lalu me
最終更新日 : 2026-07-10 続きを読む