"Jangan kira karena Papa di luar negeri Papa tidak mengetahui masalah perusahaan. Jika kamu tidak mampu, jangan salahkan Papa kalau posisimu sebagai CEO digantikan oleh adikmu," ancam pak Burhan dengan nada datar. Bibir terkunci tidak menemukan alasan untuk membantah. Tubuh kekar Hans runtuh dari dalam. Pendapatan perusahaan stagnan, ada kemungkinan penurunan minat, pergantian trend, dan ah! "Tapi, Pa–" "Tidak, Hans. Papi tidak menerima kata tapi. Belajarlah dari Hana, tanpa kata 'tapi' semua perusahaan yang pernah dipimpinnya selalu ada kemajuan. Ingat Hans, Papa tidak akan mentolerir satu persen pun kerugian," potong pak Burhan sebelum mematikan telepon. "Papa tidak bisa bandingkan aku dengan Hana. Halo! Halo, Pa?! Papa!" Menatap layar ponsel yang menunjukkan sambungan telepon terputus. Hans menghempaskan ponselnya begitu saja ke atas meja kerja. Kenapa selalu membandingkan Hana dengan dirinya? Bahkan sudah ratusan kali Hana dipuji, sedangkan ia? CK! Tok Tok Tok Suar
Last Updated : 2026-07-10 Read more