“Sabar, ya, Sayang. Kita tidak usah lagi pedulikan mereka semua…” bisik Stella sambil mengusap perutnya yang masih datar.Pintu kaca setinggi tiga meter itu menutup dengan dentuman halus di belakang punggung Stella, dan seketika dia tak lagi mendengar gema maki-makian Nyonya Anderson dan Jessica yang masih membakar udara di dalam gedung megah milik keluarga Anderson. Begitu menjejakkan kaki di atas anak tangga marmer paling luar teras megah keluarga Anderson, Stella menarik napas dalam-dalam. Udara pagi yang sejuk dan bersih membanjiri paru-parunya, menghantarkan sensasi kebebasan.Stella berjalan melintasi area halaman luas menuju jalan setapak dengan pepohonan yang mengarah langsung ke gerbang utama. Namun, baru beberapa meter ia melangkah menelusuri taman, langkahnya mendadak terhenti. Sosok Clarissa, adik bungsu Sean yang selama ini terkenal sangat cuek, dingin, dan paling tidak mau tahu dengan urusan orang lain di rumah ini, tiba-tiba berdiri tegak tepat di depannya.Gadis muda d
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-16 Mehr lesen