"Sean, tidurlah. Bukankah ini malam yang pas untuk saling menghangatkan?" bisik Chelsea dengan suara menggoda yang begitu halus, berhembus tepat di depan wajah Sean.Sean memejamkan matanya rapat rapat, mencoba menghalau pusing yang menghantam kepalanya. Hawa panas alkohol dan kelelahan emosional membuat napasnya terasa berat. "Chelsea, aku sedang tidak fokus. Pikiranku bercabang antara nenek dan kerjaan," sahut Sean serak, mencoba memberikan jarak meski tubuhnya dipapah menuju ranjang utama di kamar penthouse tersebut.Chelsea tidak mau kalah. Ia memanfaatkan kepanikan keluarga Anderson untuk menekan ketahanan Sean. "Sean, Jessica dan tante sudah amanahin kamu ke aku. Dan aku akan membuat kamu aman dan nyaman di sini," tegas Chelsea dengan nada penuh kepedulian yang dibuat buat.Dengan perlahan, Chelsea membaringkan tubuh jangkung Sean ke atas kasur berukuran king size. Wanita itu menyunggingkan senyum miring yang licik. Ia lalu melangkah anggun menuju lemari pakaian, melepaskan gaun
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-19 Mehr lesen