"Aww! Sean, kepalaku pusing sekali... lantai ini seperti berputar," keluh Chelsea tiba-tiba dengan nada melengking yang tertahan. Tubuhnya limbung, sempoyongan ke arah Sean hingga hampir membentur pintu mobil. Kedua tangannya mencengkeram erat lengan jas Sean, berpura-pura tidak sanggup menopang berat badannya sendiri."Chelsea! Kamu kenapa?" Sean refleks menahan pinggang Chelsea agar tidak terjatuh."Kaki aku lemas, Sean... aku tidak bisa jalan, takut jatuh," rengek Chelsea dengan mata terpejam dan napas memburu yang dibuat-buat. "Tolong jangan tinggalkan aku di lobi. Antarkan aku sampai ke dalam penthouse, ya? Ya, Sean?"Sean menghela napas panjang seraya melirik jam di pergelangan tangannya. Rasa bersalah karena memikirkan kandungan Chelsea serta bayang-bayang tekanan dari neneknya membuat Sean tidak punya pilihan lain. "Baiklah, aku antarkan sampai atas. Tapi setelah itu aku langsung pulang."“Baiklah, tidak masalah, Sean. Asalkan kau antar aku ke atas.” Dengan susah payah Sean m
Last Updated : 2026-08-21 Read more