Pagi itu, aku terbangun oleh suara gedoran pintu yang begitu keras hingga membuat tubuhku tersentak.Aku langsung duduk di tepi tempat tidur. Jantungku berdetak kencang, sementara pikiranku dipenuhi berbagai kemungkinan buruk.“Siapa?”“Buka pintunya, Elara.”Aku mengenali suara itu. Martha.Dengan tangan yang masih gemetar, aku bangkit dan membuka pintu. Di belakang Martha berdiri dua pelayan lain yang membawa nampan berisi pakaian dan handuk.“Selamat ya, Nak,” ucap Martha dengan senyum yang entah kenapa justru membuatku semakin tidak nyaman. “Mulai hari ini, kamu menjadi pelayan pribadi Tuan Alpha.”Darahku seolah mengalir turun ke kaki. Aku menatapnya, memastikan telingaku tidak salah mendengar.“Pelayan pribadi, Bu?”“Iya.”Martha mendekat, lalu menurunkan suaranya menjadi bisikan. “Kerja dua puluh empat jam. Tidur di kamar sebelah. Makan kalau sempat. Dan satu lagi…”Tatapannya berubah serius.“Jangan pernah membuat Tuan marah. Kalau dia marah, tidak akan ada yang bisa menolongm
最後更新 : 2026-08-14 閱讀更多