Ponsel Alina berdenting kencang di atas meja. Nama Elang terpampang jelas di layarnya. Alina menghela napas, lalu mengangkat panggilan itu. "Kamu di mana, Alina?" semprot Elang langsung. "Kenapa rumah sepi? Keluyuran ke mana kamu!" "Aku lagi makan siang di luar," jawab Alina tenang. "Makan di luar?" Elang berdecih keras. "Sejak kapan kamu pakai makan di luar segala? Biasanya juga diam di rumah, kenapa sekarang malah keluyuran!" Dewa melangkah mendekat membawa nampan berisi makan siang mereka. Ia menaruh piring dan cangkir di depan Alina tanpa bersuara, lalu duduk santai di seberang meja. Alina mendongak, menatap Dewa. Pria itu menyunggingkan senyum tipis seraya menaikkan sebelah alisnya, tampak menikmati raut tegang di wajah Alina. Melihat sikap santai Dewa, Alina ikut tersenyum. "Aku cuma bosan di rumah, Mas," ucap Alina santai ke ponselnya. "Lagipula, memangnya aku tidak boleh makan di luar?" "Tidak usah banyak tingkah kamu!" bentak Elang makin geram. "Makan sama siapa kamu
Last Updated : 2026-08-12 Read more