Alina menahan napas sepenuhnya. Jantungnya berdegup kencang hingga dadanya terasa sesak."Alina? Di mana kamu?" suara Elang terdengar makin jelas dari luar tirai. "Sialan, ke mana wanita itu pergi?" Elang mengumpat rendah, helaan napas gusarnya terdengar tepat di balik pembatas kain tebal itu.Alina membelalak lebar, memegang erat lengan kemeja Dewa. Tubuhnya gemetar. Ia menatap wajah Dewa dengan raut panik, memberi isyarat agar mereka diam.Namun, Dewa justru menyunggingkan senyum tipis di dalam kegelapan remang. Tatapannya sama sekali tidak memancarkan rasa takut. Ia makin memangkas jarak, menundukkan kepala hingga ujung hidungnya menyentuh pipi Alina yang terasa panas."Dewa, jangan..." bisik Alina sangat pelan. "Elang di luar...""Biarkan saja," bisik Dewa serak, suara rendahnya mengalun begitu tenang. "Dia tidak akan lihat, Kak. Asal kamu tidak bersuara."Ibu jari Dewa bergerak perlahan, mengusap bibir bawah Alina yang sedikit basah. Sentuhan sederhana itu seketika mengirimkan ge
Last Updated : 2026-08-15 Read more