“Ah ….”Setelah beristirahat berjam-jam, Nora terbangun dengan tubuh yang terasa jauh lebih segar.Dia merentangkan kedua tangan dengan sedikit ngulet, dan begitu melihat ranjang di sampingnya kosong, pun pakaiannya yang masih lengkap menempel di badan, Nora berpikir bahwa tak terjadi apa-apa antara dia dan Erlangga.“Aman,” pikirnya senang.Usai bangkit dari baring, Nora berjalan ke arah jendela. Dia membuka jendela besar itu. Mata birunya yang jernih langsung dimanjakan dengan pemandangan yang begitu indah, bagai di negeri dongeng. Ditambah lagi udara di lembah pegunungan Alpen ini begitu segar, bersih, dan jauh dari polusi, membuat setiap tarikan napas yang menyapa paru-parunya terasa begitu menenangkan.Namun sesaat kemudian, Nora baru menyadari hari sudah beranjak petang. Itu artinya, ia harus segera bersiap.Nora pun membersihkan diri dengan cepat. Tepat saat matahari terbenam sepenuhnya, ia melangkah keluar kamar menuju halaman depan. Sejenak, Nora tertegun melihat apa yang t
Last Updated : 2026-10-19 Read more