“Pulanglah, kekasihmu pasti mencarimu! Dia sedang hamil, pasti butuh perhatianmu!” tukas Nora kesal, sengaja memancing emosi suaminya agar segera angkat kaki dari apartemennya. Erlangga langsung menoleh, rahangnya mengeras dan tak terima. Pengusiran Nora membuatnya curiga, bahwa wanita itu ingin bermesraan dengan selingkuhannya. “Kamu mengusir saya karena ingin bersama pria itu lagi, ‘kan?” “Siapa?” desis Nora, pura-pura tak paham. “Lucas! Pria itu pasti akan langsung datang ke apartemenmu begitu saya pergi, ‘kan? Apa saya salah?” tebak Erlangga, suaminya itu menatap tajam dengan kilatan cemburu dan posesif yang pekat. “Datang atau tidak, apa urusanmu?” balas Nora tak kalah sengit. “Jelas itu urusan saya, Nora!” sanggah Erlangga tak terima. “Saya tekankan sekali lagi, kamu masih istri saya! Kamu tidak bisa bersama dia. Kalau sampai orang lain tahu hubungan kalian—” “Kalau kamu nggak mau orang lain tahu, kenapa nggak kamu setujui aja surat persetujuan perceraian itu? Dengan begit
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-22 Mehr lesen