مشاركة

Bab 61

مؤلف: Hiro Sayank
last update تاريخ النشر: 2026-08-10 12:02:43

Dengan jemari gemetar, Savana membereskan pecahan piring terakhir sebelum melangkah meninggalkan kantin yang bising. Langkah kakinya membawa tubuhnya yang bergetar menuju ke atap gedung rumah sakit. Tempat itu sepi dan berangin, hanya dihiasi deru mesin pendingin udara raksasa.

Savana mendudukkan dirinya di atas sebuah kursi besi panjang yang mulai berkarat. Di sana, di bawah langit siang yang terik, pertahanannya akhirnya runtuh total. Air mata menetes deras melintasi pipinya. Ia menangis sese
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Mawarr
Karin hanggara g suka kamu ya
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
waw biar aj deh ketahuan biar hanggara n savana bisa bebas
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 99

    Tepuk tangan gemuruh para tamu VIP terus bergaung di dalam ballroom, merayakan pengumuman perjodohan megah tersebut. Karin berdiri tegak di panggung dengan senyum anggun yang sarat akan kemenangan. Namun di sisi lain panggung, raut wajah Hanggara menggelap seketika. Sorot matanya memancarkan amarah yang luar biasa, sementara rahangnya mengatup rapat menahan emosi yang memuncak.Beberapa menit setelah pengumuman traumatis itu disampaikan, Hanggara bergegas melangkah lebar menyusuri koridor VIP yang sepi, mengekor di belakang langkah Nyonya Besar Suganda yang berjalan anggun dikawal beberapa pengawal pribadi."Nenek!" panggil Hanggara dengan intonasi rendah yang sarat akan ancaman.Nyonya Suganda menghentikan langkahnya, memutar tubuh dan menatap cucunya dengan tenang seolah tak terjadi apa-apa. "Ada apa, Hanggara? Acara belum selesai."Hanggara mengikis jarak, menatap sang nenek dengan tatapan tajam membakar. "Apa maksud Nenek merencanakan semua sandiwara picik ini di depan publik?! Me

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 98

    Langkah kaki Savana bergegas membelah kerumunan tamu, menembus deretan pilar megah menuju sebuah lorong sepi yang minim pencahayaan. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya luruh membasahi pipinya yang terpoles make-up tebal. Rasa malu dan terhina menekan dadanya begitu sesak.Namun baru beberapa langkah ia menyusuri lorong yang sunyi itu, derap langkah tergesa bergaung dari arah belakang. Sebelum Savana sempat menoleh, sebuah jemari kokoh menyambar lengannya, menahan langkah wanita itu seketika."Savana, tunggu," panggil Hanggara dengan napas yang sedikit berpacu. Pria tegap itu telah menyusulnya, menatap wajah basah Savana dengan raut kebingungan. "Kamu kenapa berlari seperti ini?"Savana menolak menatap mata Hanggara. Dengan sisa keberaniannya, ia mengibaskan tangan sang direktur dengan kasar hingga pegangan itu terlepas. "Lepaskan saya, Dokter!"Merasa geram dan tak menyukai penolakan tersebut, raut wajah Hanggara seketika mengeras. Tanpa membiarkan Savana melangkah lebih jau

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 97

    "D-dokter serius akan seperti itu?" suara Savana bergetar hebat, matanya menatap Hanggara dengan binar ketakutan dan luka yang nyata.Hanggara mendadak tertawa kecil. Kekehannya terdengar renyah sewaktu ia menepuk pelan paha Savana. "Tentu saja saya hanya bercanda. Kenapa wajahmu sampai sepucat itu?"Savana menghela napas lega, namun kebingungan masih melingkupi benaknya. "Bercanda? Tapi suara Dokter tadi sungguh terdengar serius..."Hanggara mengikis jarak, menatap manik mata Savana dengan binar pekat yang sarat akan dominasi dan kepemilikan. "Jika kamu benar-benar hamil anak saya, itu justru hal paling bagus. Hal yang memang sangat saya nanti-nantikan sejak awal. Saya memang sengaja menyemburkannya di dalam rahimmu tanpa pengaman."Dahi Savana berkerut makin dalam. "Kenapa, Dokter?""Karena dengan begitu, saya punya alasan mutlak untuk secepatnya menikahi kamu," bisik Hanggara dengan intonasi rendah yang mengikat. "Agar kamu bisa lekas bebas dan terlepas dari Bara."Jantung Savana b

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 96

    Savana melangkahkan kakinya menembus pintu ruang khusus cleaning service yang terletak di lantai dasar rumah sakit. Udara pagi itu menyambutnya dengan riuh rendah suara rekan-rekan kerjanya yang sedang bersiap-siap sebelum memulai sif. Lemari-lemari loker terbuka lebar, menampilkan kesibukan para petugas yang sibuk merapikan seragam dan menyiapkan alat pembersih.Savana menghampiri lokernya sendiri, membuka pintunya, lalu perlahan melepas kemeja kasualnya untuk digantikan dengan seragam cleaning service berwarna biru muda. Saat kancing atas seragamnya ia sematkan, bayangan memar kemerahan di balik kain sutra tadi pagi sempat berkelebat di benaknya, membuat pipinya kembali merona hangat."Savana!"Sebuah tepukan pelan di bahunya membuyarkan lamunan wanita itu. Valerie, rekan sesama cleaning service yang paling heboh, menyenderkan tubuhnya pada barisan loker di samping Savana dengan mata berbinar-binar penuh antusiasme.Savana menoleh seraya mengulas senyum tipis. "Ada apa, Valerie?""K

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 95

    Pagi harinya, cahaya matahari menyusup samar menembus celah gorden. Savana perlahan terbangun dari tidur lelapnya. Tubuhnya terasa pegal dan lelah usai pergulatan panas sepanjang malam, namun kepuasan bersisa hangat di dadanya. Saat meraba sisi tempat tidur yang kosong, Savana tersadar bahwa Hanggara sudah tidak berada di sampingnya.Savana perlahan merubah posisinya menjadi terduduk. Pandangannya tak sengaja tertuju pada meja nakas di samping kasur, di mana secarik kertas putih tergeletak disangga oleh botol parfumnya. Dengan jemari yang masih sedikit lemas, Savana meraih kertas tersebut dan membaca tulisan tangan dengan goresan tegas dan rapi milik sang direktur:Saya harus pergi lebih awal karena ada jadwal operasi mendadak pagi-pagi sekali. Jangan lupa periksa cermin. Saya meninggalkan banyak noda merah di payudaramu sebelum pergi tadi.Mata Savana membelalak seketika. Ia buru-buru menyibakkan selimut dan menatap area dadanya sendiri. Benar saja, beberapa bekas gigitan dan bercak

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 94

    Beberapa saat sebelumnya... Hanggara perlahan menegakkan tubuh tegapnya dari posisi berjongkok, bergerak merayap naik menelusuri lekuk tubuh Savana yang gemetar pasrah. Bibirnya mendarat hangat di atas permukaan kulit perut Savana yang rata, menyapukan kecupan-kecupan halus yang meninggalkan jejak panas, sebelum akhirnya naik merambati dada wanita itu.Dengan dominasi yang intens, mulut Hanggara melahap salah satu puncak payudara Savana yang mengeras. Lidahnya menyapu licin, menyesap dan mengulumnya penuh gairah, sementara jemarinya yang bebas meremas lembut kelopak dada sebelahnya. Savana membusungkan dadanya refleks, membiarkan jemarinya meremas kuat bahu kokoh Hanggara seraya meloloskan desahan napas yang makin memburu dan tak berdaya.Setelah memuaskan dahaganya di sana, Hanggara menarik wajahnya naik, menyergap bibir Savana dalam lumat melingkar yang menuntut. Di sela tautan bibir mereka yang kian memanas, tangan Hanggara bergerak cekatan melepas kemeja mewahnya sendiri, melempa

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status