Malik ikut mencondongkan badan. Bingkai pintu di foto dan bingkai pintu di ujung deretan itu sama persis, lengkung kecil di atas kusennya dan dua tiang bata di kiri kanannya, meski pintunya sekarang sudah diganti pintu lipat besi dan tiang-tiangnya dicat hijau tua yang sudah pudar."Catnya udah ganti berapa kali, ya. Dari foto kan nggak keliatan warnanya," gumam Malik."Tiga kali, mungkin. Liat, di bagian yang ngelupas ada warna biru, terus di bawahnya kuning," jawab Nindy, menunjuk lewat kaca.Foto itu dia lipat lagi dan dia kembalikan ke amplop. Malik memandangi bengkel itu beberapa saat, lalu menoleh ke istrinya."Biar aku masuk duluan, sendirian. Liat dulu orangnya kayak gimana, baru kamu nyusul," ucap Malik."Kita udah sepakat semalem, Malik. Masuk berdua, nggak nyebut nama siapa pun, terus pulang begitu aku nggak nyaman," jawab Nindy, tanpa menoleh dari kaca depan.Malik mengangguk dan tidak mengulang tawarannya. Tangannya pindah dari setir ke tangan Nindy di atas tas, lalu meng
Last Updated : 2026-10-15 Read more