Nindy membuka tas, mengeluarkan bungkusan sapu tangan, lalu membukanya di atas meja kerja. Jam tangan bertali kulit cokelat itu tergeletak di atas kain hijau, kacanya buram, jarumnya berhenti di empat lewat dua belas."Ini jam peninggalan almarhum bapak saya. Bapak pakai jam ini dari muda, udah lama mati, saya pengin bisa jalan lagi," ucap Nindy.Laki-laki tua itu memandangi jam itu di atas meja beberapa detik, lalu baru mengulurkan tangan dan mengangkatnya dengan dua jari.Jam itu dia bolak-balik beberapa kali di bawah lampu. Bagian depannya, bagian sampingnya, lalu tutup belakangnya, dan di situ ibu jarinya berhenti di atas goresan-goresan halus bekas dibuka.Ibu jari itu diam di sana cukup lama. Nindy menghitung dalam kepala sampai tujuh sebelum jari itu bergerak lagi."Ini peninggalan bapak Ibu, ya?" tanya laki-laki itu."Iya, Pak," jawab Nindy, padahal kalimat itu baru dia ucapkan semenit lalu.Laki-laki itu mengangguk pelan. Jam tersebut dia letakkan kembali di atas kain hijau,
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-15 อ่านเพิ่มเติม