Malik menarik napas panjang dan menghembuskannya lewat mulut, sesuai ajaran Mbak Vira di kelas prenatal.Sekretaris direktur mengetuk pintu, lalu mempersilakan mereka masuk. Handoko sudah duduk di balik meja kayunya dengan kacamata di ujung hidung."Pagi. Saya kira kamu datang sendiri," ucap Handoko, memandangi Nindy dari atas kacamatanya."Ini istri saya, Pak. Dia saksinya," jawab Malik.Handoko berdiri, menyalami Nindy, lalu menarik kursi di seberang meja dan menyuruhnya duduk lebih dulu. Sesudahnya dia berjalan ke sudut ruangan, memutar tutup termos hijaunya, dan menuang teh ke tiga cangkir."Ibu hamil duduk duluan, itu aturan di ruangan ini," ucap Handoko sambil menaruh cangkir di depan Nindy."Makasih, Pak," jawab Nindy, menerima cangkir itu dengan dua tangan.Malik tetap berdiri sampai Handoko kembali ke kursinya. Map biru itu dia letakkan di atas meja, lalu dia dorong pelan ke depan direktur."Pak, saya mau lapor satu hal sebelum ada orang lain yang lapor duluan," ucap Malik.H
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-18 อ่านเพิ่มเติม