"Pelan," ucap Malik, kedua tangannya mengeras di punggung istrinya."Iya, pelan. Gini, tarik napas dulu, ikutin aku," jawab Nindy, lalu bergerak naik sedikit dan turun lagi, tempo yang sama berulang-ulang, sampai bahu Malik yang tegang mengendur di bawah dahinya.Malik menciumi leher istrinya sambil sesekali menggumamkan namanya."Hangat banget," bisik Malik di kulit lehernya."Sstt, rasain aja," balas Nindy, menempelkan pipinya di rambut Malik dan menggerakkan pinggulnya dengan lingkaran kecil yang lebih lambat dari sebelumnya."Di situ," bisik Malik."Di sini?" tanya Nindy."Iya, jangan diganti," jawab Malik, jarinya mengeratkan pegangan di pinggang istrinya.Napas Nindy mulai putus di tengah gerakannya. Satu tangannya naik ke belakang kepala Malik, menahan, sementara tangan lain bertumpu di bahu suaminya, dan dia bergerak sampai paha kirinya bergetar. Ketika tubuhnya mengejang pelan, dia menggigit bibir bawahnya dan menempelkan wajahnya ke bahu Malik, dan Malik menyusul beberapa ge
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-09 อ่านเพิ่มเติม