Janji Suci yang PalsuPulang dari kampus, ponsel Danindra bergetar berkali-kali. Pesan dari ayahnya muncul jelas di layar—alamat gedung pernikahan, beserta peringatan agar segera datang. Danindra berdiri sendirian di halte bus, menatap layar ponsel itu lama, lalu menghela napas panjang, begitu dalam hingga dadanya terasa sesak. Rasanya seolah udara di sekitarnya pun ikut berduka atas nasibnya.Bus yang ditunggunya datang perlahan. Danindra naik, duduk di kursi pinggir, dan menatap ke luar jendela. Pemandangan kota berlalu begitu saja, namun matanya tak benar-benar melihatnya. Pikirannya melayang jauh, entah ke mana. Perjalanan terasa lama, seolah waktu sengaja berjalan lambat untuk menyiksanya lebih lama. Hingga akhirnya bus berhenti di halte tujuannya.Danindra turun, berjalan perlahan menuju bangunan megah yang menjulang di hadapannya. Pintu-pintu kaca besar, hiasan bunga putih yang berjejer rapi, lampu gantung yang berkilau—semuanya begitu indah, namun bagi Danindra, gedung itu ter
最終更新日 : 2026-07-23 続きを読む