Pagi itu, suasana di Penthouse Melody tampak tenang. Melody duduk dengan anggun di meja makan marmernya, menikmati keheningan pagi yang hangat sembari meracik sandwich buatannya sendiri. Di hadapannya, Arthur duduk bertopang dagu seraya membolak-balik lembaran berkas bisnis di samping cangkir kopinya. Gerakan pria itu tampak terburu-buru, memancarkan gestur seseorang yang sok sibuk dan sarat akan beban pencitraan."Mel, aku saking sibuknya lupa ngasih tahu kamu," ucap Arthur tiba-tiba, membuka pembicaraan tanpa ada rasa canggung.Melody menoleh tenang, menatap raut wajah tunangannya yang dipenuhi keangkuhan terselubung. "Ngasih tahu apa?" tanya Melody santai sambil memakan sandwich yang dia buat."Keluarga Terracotta mengadakan jamuan makan malam bisnis untuk keluarga, kolega, dan rekan. Biasanya di momen begini Kakek bakalan undang tamu-tamu penting," jawab Arthur tanpa sedikit pun merasa bersalah atas pemberitahuan yang teramat mendadak itu."Trus?" Melody menaikkan satu alisnya, te
Last Updated : 2026-08-26 Read more