"Arthur, aku minta maaf soal semalam, aku sadar, aku salah." Ketik Melody kepada Arthur sang tunangan.Beberapa detik setelah pesan terkirim dan dibaca, ponsel di atas kursi penumpang berdering nyaring, memecah keheningan di dalam kabin sedan mewah milik Melody. Layar pintar itu menyala terang, menampilkan nama Arthur yang terus berkedip.Melody menyunggingkan senyuman dingin yang teramat sinis dari bibirnya. Ia membiarkan panggilan itu mengalun hingga dering kelima, membiarkan tingkat kecemasan dan ego pria di seberang sana bergejolak terlebih dahulu, sebelum akhirnya menepi pelan di bahu jalanan kota yang cukup lengang.Jemari lentiknya menggeser ikon hijau di layar. Melody menarik napas dalam-dalam, lalu dalam hitungan detik, raut wajahnya yang dingin mengeras seketika berganti menjadi ekspresi rapuh. Dengan kepiawaian akting yang sempurna, ia mengubah nada suaranya menjadi sangat lesu, bergetar, dan sarat akan isak tangis yang tertahan."Kamu ke mana pagi-pagi pergi tanpa menyiapk
Last Updated : 2026-08-23 Read more