"Melody, awas kau mempermalukan aku sebagai tunanganmu!" ancam Arthur dengan nada berbisik penuh penekanan sebelum kembali ke tempat duduk sesuai yang sudah diinstruksikan oleh panitia. Pria itu menyisir rambutnya kasar, lalu menarik kursi di samping Gwen dengan napas yang masih memburu tinggi. "Arthur, sudah. Jangan bahas pribadi di sini, jangan sampai nanti investor yang sudah aku usahakan untuk memenangkan kita, jadinya gagal gara-gara tingkahmu. Abaikan saja dia. Dia memang begitu, selalu ingin tampil dimana aku tampil." Sahut Gwen tiba-tiba. "Ingat, Melody. Jangan sampai kau mengacaukan proyek ini. Atau, kau akan tahu akibatnya, paham?!" Ancam Arthur lagi. Melody hanya membalas ancaman itu dengan lirikan mata yang dingin. Ia tak sudi membuang energi untuk menanggapi gertakan kosong dari pria dungu yang sebentar lagi akan menyaksikan kehancurannya sendiri. Suasana di dalam ruang rapat hotel mendadak berubah hening dan tegang ketika pembawa acara melangkah maju ke tengah pan
Last Updated : 2026-08-20 Read more