"Melody, jangan pernah berpikir kau bisa mengobati penyakitmu sendirian di saat kondisi fisikmu seperti ini," bisik Casey tegas, suaranya berat dan mengikat, tak menerima bantahan sedikit pun.Melody hanya bisa memutar bola matanya pelan, menyembunyikan getaran tak menentu di dalam dadanya. Sentuhan hangat tangan Casey yang tadi merayap di bawah meja masih menyisakan rasa hangat di perutnya, namun kecemasan di pikirannya jauh lebih dominan. Ia tak ingin menjadi drama utama di tengah acara klan Terracotta ini."Casey, lihat sekelilingmu. Semua mata tertuju pada meja ini," bisik Melody setengah mendesis, mencondongkan tubuh ke arah pria itu. "Jika kau meninggalkan ballroom hanya untuk mengantarku ke kamar, spekulasi mereka akan makin liar. Aku bisa sendiri, tapi kalau kau tak percaya juga, cukup panggil pelayan atau minta pengawal menuntunku.""Kau yang utama bagiku, jadi aku tidak pernah peduli dengan spekulasi sampah mereka, Melody," jawab Casey dingin. Matanya menyipit tajam, mengunc
Last Updated : 2026-08-30 Read more