"Langkah selanjutnya adalah memastikan kau tertidur lelap dan lambungmu beristirahat," bisik Casey lembut namun tegas. Jemari kekarnya tak berhenti mengusap ulu hati Melody, memberikan dorongan hangat yang membelai saraf-saraf tegang di perut wanita itu.Melody berdecak pelan seraya memprotes, meski matanya terpejam menahan sisa perih. "Casey, aku sedang serius. Musuhmu, atau siapapun itu, baru saja berusaha menjebak kita di kamar ini. Bagaimana mungkin kau bisa sesantai ini dan menyuruhku tidur?"Casey tersenyum tipis, menunduk sebentar untuk mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Melody. "Kau lupa siapa pria yang sedang memelukmu ini? Di luar sana, tim keamananku sedang bergerak dengan cepat.”“Bergerak gimana, mana mereka tahu apa yang terjadi di dalam. Sedangkan kau belum ada ngobrol ama mereka atau ngubungin mereka by phone?” Melody menatap Casey dengan dahi bertaut.“Tenang sayang, aku punya kode tersendiri dengan para pengawalku.”“Hah?! Kode apaan? Jangan ngawur kamu.” Ba
Last Updated : 2026-08-31 Read more