Ethan mengangguk. "Gue minta maaf untuk semuanya. Maaf karena gue udah nyakitin lo, mempermalukan lo di depan semua orang, dan ngeremehin lo kayak orang yang nggak punya perasaan. Gue salah besar.” Gilsha terkekeh pelan, tapi bukan karena lucu tapi lebih karena ironis. “Oh, jadi sekarang lo sadar gue punya perasaan? Dulu kayaknya enggak, deh.” Ethan menelan ludah, matanya tetap terkunci pada Gilsha. “Gue bego, Gils. Waktu itu gue mikir lo cuma… ya, temen. Gue nggak nyadar kalau semua hal yang lo lakuin itu tulus. Gue sibuk sama image, sama omongan orang, dan itu bikin gue jadi cowok brengsek.” Gilsha menatapnya lama, mencoba membaca apakah kata-kata itu tulus atau cuma basa-basi. “Dan lo pikir kata ‘maaf’ bisa nyembuhin semuanya?” Ethan menggeleng. “Enggak. Gue cuma pengen lo tau… gue nyesel.” Suara itu pelan, tapi jelas. Ada nada getir di sana, nada yang dulu tidak pernah Gilsha dengar dari Ethan. Gadis itu menghela napas, lalu berdiri dari kursi tempatnya menunggu.
Last Updated : 2026-07-24 Read more