Sehabis sarapan, Ethan mengajak Gilsha dan Kai berkendara beberapa menit menuju Landi atau Prima Grindelwald. Ia perlu mengecek kembali pesanan pakan sapi, garam mineral, dan beberapa perlengkapan kandang yang sudah dipesannya beberapa hari lalu. Gilsha melangkah pelan di antara lorong-lorong toko, membiarkan jemarinya menyentuh permukaan bungkusan benih bunga yang tertata rapi di rak. Matanya berbinar kecil membaca deretan nama ilmiah yang tertera di sana, mulai dari Edelweiss khas Alpen, Lavender, hingga benih bunga Geranium warna-warni yang biasanya menghiasi jendela-jendela chalet di Swiss saat musim panas nanti. Aroma tanah subur, pupuk organik, dan wangi khas toko pertanian di pegunungan ini terasa begitu menenangkan. Dari sela-sela rak kayu, Gilsha mengalihkan pandangannya ke arah meja konter utama. Disana, Ethan sedang berdiri tegap sembari memegang lembaran manifes pesanan. Pria itu tampak begitu fasih bercakap-cakap dalam bahasa Jerman dialek Swiss dengan sang pemilik t
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-03 อ่านเพิ่มเติม