Hawa sejuk yang segar, bersih, dan sedikit menggigit kulit seketika memenuhi paru-paru mereka, sangat kontras dengan atmosfer pengap dan penuh tekanan yang mereka tinggalkan Gilsha. Wanita itu menghentikan langkahnya sejenak di selasar luar bandara. Ia mendongak, menatap langit Swiss yang bersih sewarna biru keramik, dihiasi gumpalan awan putih yang berarak lambat. Di kejauhan, siluet Pegunungan Alpen dengan sisa-sisa salju musim dingin dipuncaknya berdiri megah, seolah menyambut kedatangannya. Untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu, Gilsha bisa menarik napas dalam-dalam tanpa merasa sesak. Hawa dingin musim semi ini terasa seperti air es yang membasuh luka-luka tak kasat mata di dalam hatinya. Rasa damai yang asing perlahan merayap masuk kedalam hatinya. Ternyata liburan ini tidak seburuk ini malah sangat menenangkan. "Wah, gila! Seger banget udaranya! Kita kayaknya datang di waktu yang sangat tepat, Gils," seru Anna sambil merapatkan jaket tebalnya. Ia menoleh ke
최신 업데이트 : 2026-08-24 더 보기