Kamis, 14 Maret 2002.Dinner berlangsung di restoran sebuah hotel di Nusa Dua sebagai bagian dari koordinasi regional yang dihadiri orang-orang dari Jakarta dan Surabaya. Di meja itu ada dua orang Jepang, Sato dan Takahashi, serta tiga orang Indonesia dari customer dan partner bisnis, termasuk Arman Pranoto.Yamamoto memperkenalkan Nadya hanya dengan namanya.“This is Nadya.”Mereka bersalaman lalu duduk. Arman, lelaki sekitar empat puluhan yang berada hampir berhadapan dengan Nadya, paling mudah membuka percakapan. Berbeda dengan Gunawan yang pernah ditemuinya di Jakarta, lelaki itu banyak tersenyum dan cepat berpindah dari urusan pekerjaan ke obrolan ringan.Nadya lebih banyak mendengarkan pembicaraan tentang hasil meeting siang, agenda keesokan hari, kebutuhan customer, dan jadwal pengiriman. Bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang bercampur. Sebulan tambahan di Evergreen membuatnya tidak lagi sepenuhnya kehilangan arah. Ia masih terti
Last Updated : 2026-09-24 Read more