Senin, 18 Maret 2002.Yuli datang ke kos Nadya menjelang sore untuk mengambil oleh-oleh dari Bali. Begitu pintu dibuka, bukannya melihat kantong-kantong yang sudah berjejer di lantai, matanya justru berhenti pada wajah sepupunya.“Kau kurang tidur, ya?”Nadya menyodorkan sebungkus kacang. “Makan saja.”Yuli menangkapnya sambil tertawa. “Berarti benar.”Selain kacang, Nadya membawa kopi, beberapa makanan ringan, kaus Bali, dan gantungan kecil. Tidak ada yang mahal, tetapi Yuli tetap memeriksa semuanya seperti Nadya baru kembali dari luar negeri.“Empat hari saja bawa begini. Kalau nanti benar-benar ke Jepang, jangan pura-pura lupa punya sepupu.”“Aku belajar bahasa Jepang bukan buat jadi kurir oleh-oleh.”Yuli terkekeh. “Sekarang ngomongnya sudah kayak orang sibuk.”Mereka duduk bersila di lantai sambil membuka makanan. Cerita Bali mengalir tanpa urut
Last Updated : 2026-09-26 Read more