Senin, 2 Juli 2001.Nadya tiba di panti pijat setengah jam lebih awal. Ruang depan masih sepi. Lampu di lorong belum seluruhnya dinyalakan, dan aroma cairan pembersih lebih kuat daripada parfum para terapis.Mbak Rosa sudah duduk di meja administrasi di belakang meja depan dengan buku besar terbuka.“Pas waktunya,” katanya. “Duduk.”Nadya meletakkan tas, lalu duduk di kursi sebelah meja. Mbak Rosa mendorong buku pencatatan hari Minggu ke arahnya.“Jumlahkan pemasukan pijat, bagian terapis, uang kamar, sama potongan lain. Pisahkan. Jangan dicampur.”Nadya membaca setiap baris sebelum mulai menghitung. Nama terapis ditulis menggunakan singkatan, sedangkan lama pijat hanya ditandai angka satu atau satu setengah. Ia membuat kolom tambahan di kertas kosong agar tidak perlu mengingat terlalu banyak angka sekaligus.Mbak Rosa sesekali memperhatikannya, tetapi tidak ikut campur.Setelah selesai, Nady
Last Updated : 2026-09-07 Read more